Home Kesehatan Kesehatan 8 Tewas Akibat Leptospirosis

8 Tewas Akibat Leptospirosis

E-mail Cetak
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
DEMAK—Bagi Anda warga Demak patut mewaspadai penyakit kencing tikus atau leptospirosis. Sebab, saat musim penghujan, penyakit ini kian mewabah. Bahkan, di Demak, penyakit yang menyerang fungsi hati dan ginjal manusia ini telah banyak menelan korban. Pada 2007 lalu, tercatat warga yang menderita penyakit  ini mencapai 30 orang, dan 6 orang di antaranya meninggal. Sementara, pada 2008 ini, jumlah penderita sudah mencapai 71 orang,  dan 8 orang di antaranya meninggal.
Penderita penyakit ini paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Bonang. Tepatnya, menyerang daerah perkampungan yang berada di sepanjang Sungai Tuntang,  mulai Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota hingga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak melalui Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Sri Hartanto, perkembangan penyakit kencing tikus dari sisi jumlah penderita memang meningkat. Namun dari sisi jumlah kematian si penderita bisa ditekan 10 persen dari tahun sebelumnya.
Peningkatan penderita itu diduga karena tingkat populasi tikus di musim hujan terus meningkat. Akibatnya, sawah maupun rumah warga rawan menjadi tempat berlindung tikus liar.
“Disitulah, tikus mudah mengencingi tempat-tempat yang dijamah manusia,”ujar Sri Hartanto kepada Radar Semarang di kantornya kemarin. 
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit leptospirosis ini, kata dia, pihak Dinkes setempat telah melakukan berbagai langkah. Di antaranya, pemberian trapping atau alat penangkap tikus kepada warga di daerah endemis kencing tikus. Selain itu, warga juga disarankan melakukan kaporitisasi tempat penampungan air, seperti bak mandi dan lainnya.
“Dengan kaporit tersebut, air yang akan digunakan warga bisa lebih jernih dan terbebas dari kencing tikus,” jelasnya.
Sri Hartanto menambahkan, penderita penyakit ini, biasanya mengalami gejala-gejala badan terasa panas, serta mata memerah. Selain itu, betis orang yang positif terjangkit terasa linu-linu.   Kalau sudah seminggu tidak tertangani, kondisi pasien  bisa bertambah parah, dan bisa mengakibatkan meninggal.
“Penderita bisa mengalami gagal ginjal atau gagal hati. Karena itu, kami menghimbau agar masyarakat selalu membersihkan rumahnya dan lingkungan sekitar dari sarang tikus,”pesannya. (hib/aro)